Malam Budaya di Berlin-Keliling Dunia dalam Satu Malam

Telah hampir genap sepekan,  saya, dua siswa dari Indonesia, peserta dan guru pendamping dari 63 negara lainnya dari total 64 negara termasuk Indonesia bersama-sama pada kegiatan Olimpiade internasional Bahasa Jerman 2016.
Kegiatan ini pertama kali dilaksanakan pada tahun 2000 di Kroasia, selanjutnya dilaksanakan sekali dalam dua tahun sampai pada tahun ini dilaksanakan di Berlin, di sebuah kota multi budaya.

Kegiatan ini tentu tak hanya tentang gramatik, penguasaan kosa kata dan wawasan tentang Jerman, tapi lebih dari itu. Sebuah kegiatan yang menggabungkan keragaman budaya, mempertemukan 4 benua, 64 negara, 125 siswa dengan  latar belakang etnis, agama, dan kebudayaan yang berbeda.
Selama dua minggu, tak hanya siswa yang berhasil menjalin persahabatan lintas negara namun saya juga sebagai guru pendamping. Sebuah hal yang amat berharga yang tentu tak dapat diukur dengan mata uang apapun.

Minggu pertama saya lewati dengan sejumlah presentasi, workshop, seminar, dan berbagai kegiatan edukatif lainnya. Namun, ada hal yang begitu menarik yang menutup pekan pertama kami pada kegiatan ini, adalah presentasi malam budaya atau dalam bahasa Jerman disebut Kulturabend. Setiap negara dibagi ke dalam kelompok-kelompok tertentu secara acak. Indonesia tergabung ke dalam kelompok bersama dengan India, Vietnam, Thailand, Sri lanka, dan  Pakistan. Malam itu, kelompok mereka tampil begitu memukau dan berhasil mencuri perhatian kami dengan membawakan sejumlah tarian dari negara masing-masing dan dipuncaki oleh tarian bollywood yang begitu menghibur layaknya yang biasa kita saksikan pada film-film bolyywood.

img_0870

Berikut adalah foto Lia, peserta dari Indonesia dengan mengenakan kebaya dan batik sesaat sebelum malam budaya dimulai.

img_0833

Secara bergantian, kelompok-kelompok tampil. Ada yang membawakan lawakan, lagu nasional, presentasi pakaian nasional, makanan khas, puisi, dan tarian khas.
Malam itu, saya telah dibawa ‘berkeliling dunia’ dengan melihat presentasi mereka.
Mendengarkan puisi dari brazil dan Latvia, bernyanyi bersama dengan peserta dari Ceko, lalu kami dibawa untuk melihat lenskep negara Polandia dan Slowakia di dalam sebuah presentasi Power Point sambil diiringi permainan piano oleh peserta dari Polandia. Malam itu masih berlanjut dengan tarian khas Rusia, tarian berkelompok dari Afrika, dan lawakan dari Inggris.

img_0848img_0850img_0859img_0871img_0878img_0880img_0884

img_0835

Sebuah malam budaya yang benar benar kaya akan budaya. Tak henti henti saya berdecak kagum melihat mereka malam itu. Saya membayangkan jika saja pelajaran Bahasa Asing punya banyak tempat di sekolah sekolah di Indonesia, maka akan lebih banyak kesempatan yang terbuka pada siswa untuk melakukan hal yang sama dan melihat dunia luar agar suatu hari kelak, mereka dapat melangkah lebih jauh dengan berani, melintasi pagar budaya dan negara.

Undangan Goethe Institut untuk mengikuti kegiatan ini adalah sebuah hadiah yang luar biasa buat saya pribadi. Sebuah kesempatan langka untuk menjadi bagian dari kegiatan multi budaya ini, dan untuk itu saya menulis cerita ini kiranya dapat memberi manfaat dan menambah wawasan kita bersama akan pentingnya Bahasa.

Palu, 16 Nopember 2016

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s