A tribute To Joachim Gὕnther

Saya mengenalnya sejak 6 tahun silam  lewat sebuah website untuk belajar bahasa asing yang kemudian berbuntut persahabatan indah beda usia, beda negara, beda agama.

Joachim, seorang pria paruh baya berumur 54 tahun. Terlahir di Jerman tepatnya di negara bagian Baden Wuerttemberg, Ravensburg. Ia ramah dengan tawanya yang serak akibat operasi pita suara yang pernah ia jalani ketika ia masih muda. Cerita itu ia sampaikan pada suatu sore ketika saya mengunjunginya di Ravensburg, tanpa beban seolah operasi itu hanya hal biasa buat dia. Dia berani! Saya baru tahu belakangan dari istrinya kalau Joachim ternyata mengidap beberapa penyakit kronis namun dia bawa santai dan dengan tawanya yang tetap riang.

Siang dua hari yang lalu, saya mengecek email secara rutin. Beberapa hari ini saya selalu teringat dia, biasanya dalam sebulan pasti ada saja emailnya namun sejak kembali dari Jerman kami hanya dua kali saling berkirim email. yang terakhir adalah email yang kukirim ketika anakku lahir. Ia pun menjawab emailku dengan singkat, tak seperti biasanya namun tetap dengan selipan humor khas Joachim.
Tiba-tiba, mataku tertuju pada satu email dengan pengirim yang asing. Daniela. Saya tak mengenal nama ini, namun hatiku tiba-tiba bergetar aneh. Saya buka emailnya dan saya baca pelan-pelan.
Menit berikutnya, mataku berembun. cukup panjang ia menuliskan kondisi Jaochim sebelum akhirnya ia menghembuskan nafas terakhirnya. Pantas saja ia tak pernah mengirimiku email karena ia telah dirawat sekian lama di rumah sakit tak lama setelah kukembali dari Jerman.  Potongan-potongan kenangan berkelebat akan kebersamaan saya bersama dengan keluarganya selama 3 hari di Weingarten dan di Ravensburg. Rasanya masih seperti kemarin, ia mengirimiku pesan singkat di Skype ketika saya baru tiba di Berlin.
“kali ini kamu harus mengunjungiku di Ravensburg! ” tulisanya singkat. Saya pun menjawabnya sambil berkelakar, bahwa saya bisa mengatur jadwal ke Ravensburg jika saja kegiatan di Munich tidak padat dan ia mau bayar tiket keretaku.
Selama di Berlin pun, kami hanya berkomunikasi sekali itu lalu ia menghilang tak ada kabar sampai kemudian saya pindah ke Munich untuk tinggal selama 4 minggu.

Daniela adalah putri dari sang mendiang. Ia mengambil inisiatif untuk mengabari kepergian Joachim pada seluruh kontak di emailnya. persis seperti ayahnya, penuh dengan inisiatif.

Kamis malam minggu pertama di Munich, dia mengirimiku pesan singkat kalau dia akan menjemputku pada  jumat sore untuk berangkat bersama-sama ke Weingarten. Dilematis. 3 janji datang bersamaan. Antara mengunjungi Kastil Neuschwanstein bersama dengan kawan-kawan di Goethe Institut, bertemu dengan teman yang akan mengambil barang titipannya, atau ke Weingarten bersama dengan Joachim. Tak ada pilihan, dia memaksa. Bukan kali pertama kami janjian, tahun 2013 silam dia pun mengundangku untuk mengunjunginya namun kala itu waktu belum mengizinkan. Saya harus memenuhinya kali ini.

Tepat seperti yang dia janjikan. Setengah 6 sore ia berdiri di depan WG yang kutempati bersama dengan seorang rekannya yang juga akan berangkat ke Weingarten. Kami bertemu untuk pertama kali setelah berteman secara online. Ini yang saya suka dari orang Jerman, loyalitas. Hujan deras mengiringi perjalanan dua jam kami dari Munich ke Weingarten. Lewat senja kami sampai di sebuah restoran di Weingarten. Dua Perempuan paruh baya pun telah menunggu disana. Setelah saling memperkenalkan diri, Salah satunya ada Rosemarie, istri Joachim.
Malam itu, saya tidak merasa seperti seorang anak hilang yang jauh dari induknya bahkan terasa seperti di tengah-tengah keluarga sendiri. Saya teringat mama yang senang menyambutku ketika datang setelah berbulan-bulan meninggalkan rumah. Rosemarie menyarankan sebuah menu khas lokal namun lupa namanya.
Makan malam yang nyaris sempurna kecuali aksen bayerisch mereka. hehe..
sebuah pertemuan sekaligus menjadi akhir. Joachim telah tiada memang, namun kebaikan hatinya akan kekal di dalam ingatan dan di hati orang-orang yang mengenalnya.

Beristirahatlah dalam damai!

Terima kasih atas 3 hari yang indah di Weingarten dan persahabatan 6 tahun.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s