der neue Papa

Nyaris tiap hari saya mengunjungi toko ini. saya punya banyak alasan kenapa, selain karena etalase toko yang dihiasi oleh boneka kerajinan kayu beraneka bentuk, ada satu hal yang sangat menarik yaitu sebuah lederhosen mini untuk bayi laki-laki.

Istriku tengah mengandung anak pertama kami. kata dokter laki-laki dan akan diperkirakan lahir pada bulan september. sebagai calon ayah baru, ada rasa cemas yang menggelora tiap kali memikirkan akan prosesi melahirkan dan bagaimana merawat bayi kami nantinya. Saya kadang kadang dilanda kecemasan yang hebat akan berbagai pertanyaan tentang menjadi bapak.

Saya tak begitu mengenal sosok bapak. Seminggu masuk SD, ia meninggalkan kami untuk selama-lamanya secara mendadak. Sejak itu, duniaku berputar diantara mama dan dua saudara perempuanku. Tiap kali ditanya soal bapak, saya tak mampu untuk memberi jawaban, bahkan mengingat wajahnya pun tak bisa. Meski tak mengenal definisi bapak, namun saya bercita-cita ingin menjadi seorang bapak yang baik untuk anakku kelak.

Hari ini, saya kembali lagi ke toko itu, memastikan bahwa anakku nanti akan cocok memakainya. Seperti biasanya, saya tinggalkan toko itu dengan melihat kembali ke Lederhosen mini itu, seperti mengucapkan kata perpisahan dan besok akan kutemui lagi.

Sore ini, saya akan ke toko itu lagi untuk membeli baju yang sudah kutaksir sejak lama. Lepas materi Ibu Barbara, saya buru-buru tinggalkan kelas karena tak sabar ingin segera membelinya. Di koridor dekat tangga ke lantai dasar, saya ketemu Housen, teman satu flatku. Kami kadang juga menghabiskan waktu berjalan bersama-sama di kawasan Paradeplatz, tapi tidak hari ini. Saya hanya tersenyum sekilas lalu berlalu dengan terburu-buru.

Kecewa.
rasanya seperti tertimpa sebuah benda besar.
Lederhosen mini itu tak lagi ada disana. Jika kemarin saya masih melihatnya tergantung dengan manis, hari ini telah terganti dengan baju lain. telah kupastikan secara berulang-ulang, namun barangnya telah laku, kata sang penjaga toko.

Well, My dear, mungkin saya mengecewakanmu. Tapi Ini janjiku, Nanti jika kamu sudah lahir ke dunia ini, papa akan menemanimu ke negeri indah ini. Mengenalkanmu pada sahabat-sahabat terbaik yang saya miliki disini.

 

 

Iklan