the boy who stole our heart

Bersamaan dengan adzan Isya, ia hadir menyapa kami dengan tangisnya yang keras melengking memenuhi ruang persalinan. Tawa lega kami menyambut tangisnya. Tak terasa ada dua tetes embun mengalir di mataku, ini hadiah terbaik dari Tuhan.
Ah, seperti ini rasanya menjadi seorang papa. Saya tak pernah mengerti kehadiran seorang papa tapi hari ini Tuhan menebusnya dengan memberiku kesempatan untuk merasakan menjadi bapak dari seorang anak yang manis. Tak ada hal yang lebih dari itu.

Ia kuberi nama Al Awn Pasinringi.
Al Awn memiliki catatan sejarah di masa Rasulullah SAW. Adalah seorang sahabat yang saat itu ingin ikut berperang membela agama di perang badar, namun ia tak memiliki pedang. Karena keinginannya yang begitu kuat, akhirnya Rasulullah mengabulkan keinginan sang pria dengan memberinya sebuah kayu biasa yang kemudian berubah menjadi pedang. Filosofi ini saya harapkan pada anak ini, bahwa meski ia terlahir sebagai ‘kayu biasa’ namun ia mampu menjadi ‘pedang’ bagi keluarga, agama dan bangsa. Al Awn secara arti juga bermakna suka cita. Sementara Pasinringi adalah nama bapakku. Ia saya wariskan nama kakeknya sebagai pengingat akan leluhurnya, jika kelak ia telah melangkah jauh pergi dari rumah ia tetap mengingat asal usulnya.

Hidup kami berubah sejak itu.
saya tergila gila pada senyumnya dan khawatir berlebihan pada tangisnya. kehidupan kami berputar pada tentangnya. Sang pencuri hati.

Kini, ia hampir genap 2 tahun.
Ia bertumbuh menjadi anak lelaki yang mewarnai hidup kami yang sederhana dengan senyumnya yang manis.
Doa-doa terbaik kami akan  tetap tercurah padanya semoga kelak ia menjadi lelaki dewasa yang baik hati, memegang tuntunan Tuhan pada setiap langkahnya, menghargai dirinya dan manusia lain sebagai manusia bukan karena ia siapa, dan banyak lagi doa-doa  padanya yang hanya kami, sajadah, dan Tuhan yang tahu.

Terima kasih, Schatz. love is you!

P.S

Menulis cerita ini tak semudah saya menulis cerita lainnya, entah kenapa saya selalu kehilangan kata-kata tiap kali akan menulis cerita tentangnya.
Benar cinta itu rumit, ia tak mampu dideskripsikan dengan kata kata karena ia kaya di rasa.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s